Kode Rahasia HP Android


Berikut adalah Kode rahasia android

LCD TEST                          : *#*#0*#*#*
KONDISI LAYAR             : *#2664#
TOUCHSCREEN VERS. : *#2663#
VERSION                           : *#44336#
MELODY                            : *#0673#
DEVICE                              : *#0842#
BLUETOOTH                    : *#232337#

LCD Test
LCD Test adalah sebuah cara yang difungsikan untuk memeriksa kondisi kualitas layar pada Android itu. Anda bisa mempergunakan kode *#*#0*#*#* untuk mengecek kondisi LCD pada Android yang akan dibeli tersebut. Sesaat setelah kode tersebut dimasukkan, Anda akan dihadapkan pada tombol pilihan warna-warna Red, Green, Blue, Receiver (White), Vibration (Black), Dimming, Megacam, Sensor, Touch, Sleepmode, Speaker, dan Sub Key. Anda bisa mengecek kondisi LCD Android tersebut dengan parameter yang dimunculkan tadi.


Memeriksan Kondisi Layar
Pengecekan kondisi layar berlaku untuk Android yang mempergunakan layar touchscreen dalam penggunaanya. Anda bisa memfungsikan kode-kode berikut untuk mendeteksi kondisi kualitas layar yang akan dibeli. Kodenya adalah *#2664#, sesaat kode tersebut dimasukkan layar Android tersebut akan berubah menjadi layar hitam. Setelah itu gerakkan dan lakukan sesuatu pada layar tersebut, sesaat kemudian akan ada garis merah. Jika garis merah tersebut putus, bisa dipastikan kondisi layar tersebut sudah tidak dalam kondisi baik lagi.


Touchscreen Version
Pengecekan selanjutnya bernama touchscreen version, yaitu sebuah pengecekan terkait dengan firmware version dari Android tersebut. Anda bisa memastikan dan mengetahui Android tersebut dalam posisi firmware version apa. Dengan Anda mengetahui kondisi firmware version dari Android second tersebut, Anda akan semakin terbantu pada saat update firmware secara online. Kode yang bisa Anda pergunakan adalah *#2663#. Sesaat kode tersebut diketik, Anda akan dihadapkan pada jendela munculan informasi firmware version dari Android tersebut.


Version
Hampir sama dengan pengecekan di atasnya, kode berikut ini bisa digunakan untuk mengetahui versi dari Android tersebut. Mulai dari firmware, waktu pembuatan, dan change list dari ponsel tersebut. Kodenya adalah *#44336#.


Melody Test
Pengecekan ini difungsikan untuk pengecekan kondisi suara yang diperdengarkan. Biasanya banyak kasus terjadi speaker pada Android second tidak berbunyi, dengan berbagai alasan apakah itu sering terjatuh dan lain sebagainya. Dengan pengecekan ini Anda bisa mengetahui kondisi kualitas speaker Android second itu. Kode yang bisa Anda pergunakan adalah *#0673#. Setelah menekan kode ini, Anda akan melihat tombol-tombol pilihan seperti tombol Speaker_on, Receiver_on, Headset_on Left, Headset_on Right, Receiver_Headset_on Left, Receiver_Headstet_on Right, OFF, dan EXIT. Anda bisa mencoba semua musik dasar tersebut untuk mengecek kondisi speaker.


Device Test
Difungsikan sebagai pengecekan perform dari device tersebut, untuk kode *#0842# ini sendiri dipergunakan untuk mengecek kemampuan getaran Android second tersebut. Dengan kode ini pula Anda bisa mencoba mode getaran yang biasa diujicobakan. Jika mode getar tersebut tidak berfungsi pada diujikan, berarti vibration pada Android second tersebut mengalami error atau seringkali terjatuh sehingga vibration-nya tidak bisa berfungsi.


Bluetooth Test
Dan yang terakhir untuk melengkapi pengecekan Android adalah pengecekan kondisi koneksi data. Anda bisa mempergunakan kode *#232337# untuk mengecek kondisi Bluetooth yang ada, sekaligus mengecek Device Address yang ada di dalamnya.


Informasi tentang ponsel dan baterai
* # * # 4636 # * # *

Hal ini menunjukkan empat berikut menu di layar:
* Telepon Informasi
* Informasi baterai
* Sejarah Baterai
* Statistik

Reset data seperti asal
* # * # 7780 # * # *

Ini akan menghapus sebagai berikut:
* Google pengaturan account yang disimpan di telepon Anda
* Sistem dan aplikasi data dan pengaturan
* Aplikasi yang Download dan TIDAK akan menghapus:
* Sistem perangkat lunak saat ini dan paket aplikasi
* SD Card file seperti foto, file musik, dll

Catatan : Setelah Anda memberikan kode ini, Anda mendapatkan prompt pada layar meminta Anda untuk mengklik pada tombol “Reset Telepon”. Jadi Anda mendapatkan kesempatan untuk membatalkan operasi Anda.

Format produsen asli
* 2767 * 3855 #

Pikirkan sebelum Anda memberikan kode ini. Ini akan menghapus semua file dan pengaturan, termasuk penyimpanan memori internal. Ini juga akan menginstal ulang firmware telepon.

Catatan : Setelah Anda memberikan kode ini, tidak ada cara untuk membatalkan operasi kecuali jika Anda melepas baterai dari telepon. Jadi berpikir dua kali sebelum memberikan kode ini.

Informasi tentang ponsel kamera
* # * # 34971539 # * # *

Kode ini menunjukkan menu berikut empat:
* Update firmware dari kamera dalam gambar (Jangan mencoba opsi ini)
* Update firmware kamera di kartu SD
* Dapatkan versi firmware kamera
* Dapatkan hitungan update firmware

PERINGATAN : Jangan gunakan opsi pertama dinyatakan, ponsel kamera akan berhenti bekerja dan Anda akan perlu membawa telepon ke layanan / toko untuk menginstal ulang firmware kamera.

Kode ini dapat digunakan untuk mengubah “End Call / Power”
* # * # 7594 # * # *

Kode ini dapat digunakan untuk mengubah “End Call / Power” tindakan pada keypad ponsel Anda. Jadi default, jika Anda menekan tombol untuk beberapa saat, ia akan menampilkan layar yang meminta Anda untuk memilih pilihan dari mode Diam, dan Matikan telepon Airplane mode. Anda dapat mengubah tindakan menggunakan kode ini. Anda dapat mengaktifkan kekuatan ini secara langsung dari tombol sehingga Anda tidak perlu membuang waktu Anda dalam memilih pilihan.

Buka layar di mana file copy
* # * # 273 283 * 255 * 663 282 *#*#*

Layanan modus log
* # * # 197328640 # * # *

Anda dapat menjalankan berbagai tes dan perubahan pengaturan dalam modus layanan.

Uji Kode: WLAN, GPS dan Bluetooth
* # * # 232339 # * # * – tes WLAN
* # * # 526 # * # * – tes WLAN
* # * # 528 # * # * – tes WLAN (Gunakan “Menu” untuk meluncurkan berbagai uji)
* # * # 232338 # * # * – Menampilkan alamat MAC dari WiFi
* # * # 1472365 # * # * – tes GPS
* # * # 1575 # * # * – tes GPS lain.
* # * # 232331 # * # * – tes Bluetooth
* # * # 232337 # * # – Menampilkan alamat Bluetooth

Peluncuran GTalk Service Monitor
* # * # 8255 # * # *

Kode untuk mendapatkan informasi versi firmware:
* # * # 4986 * 2650468 # * # * – PDA, Telepon, H / W, RFCallDate
* # * # 1234 # * # * – PDA dan Telepon
* # * # 1111 # * # * – FTA BD Versi
* # * # 2222 # * # * – FTA HW Version
* # * # 44336 # * # * – PDA, Telepon, CSC, Membangun Waktu, nomor daftar perubahan.

Kode untuk meluncurkan berbagai Pabrik Tes:
* # * # 0283 # * # * – Loopback paket
* # * # 0 * # * # * – LCD tes
* # * # 0673 # * # * atau * # * # 0289 # * # * – tes Melody
* # * # 0842 # * # * – tes Device (Getaran, dan Backlight test)
* # * # 2663 # * # * – Touch versi layar
* # * # 2664 # * # * – Layar sentuh tes
* # * # 0588 # * # * – Sensor jarak tes
* # * # 3264 # * # * – RAM vers

langkah ini perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi hp android yang akan anda beli supaya tidak menyesal dikemudian hari.

semoga bermanfaat.

Mengenal contoh Pembalikan Arah atau Reversal dalm Trading Forex

PRICE PATTERN



Pattern artinya pola. Dengan demikian, price pattern artinya lebih kurang adalah pola yang muncul dari pergerakan harga. Inilah implementasi dari salah satu prinsip dasar analisis teknikal yang berbunyi history repeats itself (sejarah selalu berulang). Ternyata, dari masa ke masa para trader menyadari bahwa pergerakan harga membentuk pola-pola tertentu yang cenderung berulang. Berdasarkan “pengalaman sejarah” itulah maka para trader di kemudian bisa memperkirakan pergerakan harga selanjutnya ketika sebuah pola muncul.
Pada dasarnya ada dua jenis pattern, yaitu reversal pattern dancontinuation pattern.
Reversal pattern adalah suatu pola yang mengisyaratkan akan adalanya “pembalikan” arah tren. Jika pada saat uptrend atau downtrend kemudian pola ini muncul, maka diperkirakan harga akan bergerak berlawanan dengan arah tren sebelumnya.
Continuation pattern merupakan pola yang memberikan indikasi bahwa harga akan cenderung meneruskan pergerakan sesuai dengan tren sebelumnya. Misalnya, kalau pola ini muncul pada saat uptrend maka setelah pola ini “terkonfirmasi” maka harga cenderung akan bergerak naik meneruskan uptrend tersebut. Demikian pula jika pola ini muncul pada saat downtrend, maka harga pun akan cenderung akan turun meneruskan downtrend tadi.
Kita akan memulai pembahasan kita dari reversal pattern terlebih dahulu.
Reversal pattern
a.      Double top & double bottom
Anda akan memahami kata “top” sebagai “puncak” dan “bottom” sebagai “lembah”. Dengan demikian, “double top” artinya adalah “dua puncak” sedangkan “double bottom” artinya adalah “dua lembah”.
Pola double top dan double bottom memang terlihat seperti dua puncak dan dua lembah yang berdampingan. Kedua pola ini cukup mudah dikenali dan juga memiliki akurasi yang cukup tinggi.
Double top
Double top
Gambar di atas adalah ilustrasi dari pola double top. Pola ini biasanya muncul di ujung uptrend dan memiliki indikasi bearish. Perhatikan bahwa ada enam titik yang ditandai pada gambar tersebut. Anda bisa mengatakan bahwa ada potensi akan terbentuk pola double top jika harga telah bergerak turun dari titik (3). Ingat, baru potensi. Ketika titik (4) tembus, barulah Anda bisa mengatakan bahwa pola double top sudah terbentuk, dengan kata lain: “terkonfirmasi”. Perhatikan pula bahwa konfirmasi double top ini sebenarnya adalah tembusnya garis”base”.
Jika pola tersebut sudah ter-“konfirmasi”, maka pergerakan harga selanjutnya adalah potensial bearish. Gambar panah menunjukkan potensi jauhnya potensi bearish yang mungkin terjadi. Jarak yang mungkin akan ditempuh pergerakan harga adalah sejauh level puncak ke base. Jadi jika misalnya jarak antara level puncak ke base adalah 100 pips, maka harga akan berpotensi turun 100 pips juga setelahbase ditembus.
Namun ada kalanya pullback akan terjadi kembali ke area basesebelum target pergerakan bearish tecapai. Biasanya, pullback berpotensi akan terjadi ketika harga sudah “setengah jalan” menuju target. Jika seandainya target pergerakan adalah 100 pips, maka biasanya pullback akan berpotensi terjadi ketika harga sudah turun sekitar 50 – 60 pips setelah base tembus. Namun jika pullback yang terjadi “kebablasan” hingga tembus lagi ke atas base, maka pola ini dikatakan sudah tidak valid lagi atau fail (gagal).
Double bottom
Double bottom
Double bottom secara sederhana adalah kebalikan dari double top. Pola ini biasa muncul di ujung downtrend dan memiliki indikasi bullish. Ketika base tembus dan pola ini terkonfirmasi, maka harga berpotensi bullish, Cara memperkirakan target peregerakan bullish-nya sama persis dengan double top, hanya saja arahnya ke atas. Double bottom dikatakan fail jika pullback yang terjadi berlanjut hingga tembus kembali ke bawah base.
b.      Triple top & triple bottom
Kedua pola ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan double top dan double bottom. Hanya saja, triple top memiliki tiga puncak dan triple bottom  memiliki tiga lembah. Cara mengenali konfirmasinya pun sama, yaitu tembusnya garis base. Demikian juga dengan cara memperkirakan target pergerakan setelah pola tersebut terkonfirmasi.
Di bawah ini adalah ilustrasi dari triple top dan triple bottom.
Triple top
Triple top
Triple Bottom
Triple Bottom
Dari kedua gambar di atas terlihat bahwa ada kemungkinan pullback akan terjadi ke base dari titik (7), namun perlu diingat bahwa pullback semacam ini (meskipun cukup sering) tidak selalu terjadi. Selalu, jikabase tembus lagi pada saat pullback.
Catatan: ketiga titik lembah atau puncak tidak harus berada pada level yang sama persis, namun perbedaannya juga tidak boleh terlalu signifikan. Dengan kata lain, jika dilihat sekilas, ketiga titik lembah tersebut terlihat selevel. Demikian juga pada pola double top dandouble bottom, level puncak dan lembahnya tidak harus sama persis.
c.       Head and shoulders & inverse head and shoulders
Pola ini juga merupakan pola reversal yang cukup populer karena akurasinya yang cukup tinggi. Dinamakan head and shoulders karena memang bentuk polanya seolah-olah membentuk kepala dan bahu. Terkadang pola ini sering di-“salahpersepsikan” sebagai triple top atau triple bottom, namun ada faktor kunci yang membedakan pola ini dengan triple top atau triple bottom.
Mari kita perhatikan pola dasar head and shoulders di bawah ini:
Head and shoulders
Head and shoulders
Kalau Anda perhatikan dengan seksama, terlihat bahwa titik (3) pola ini lebih tinggi daripada titik (1) dan (5). Pada pola triple top, ketiga titik ini cenderung selevel. Titik puncak yang lebih tinggi itulah yang menjadi head-nya, sementara titik (1) dan (5) adalah titik shoulders-nya.
Pola head and shoulders ini menjadi pola reversal bearish jika muncul di ujung sebuah uptrend. Konfirmasinya adalah ketika garis necklinesudah tembus (titik ke-6). Jika pola ini sudah terkonfirmasi, maka harga cenderung akan bergerak turun sejauh jarak dari puncak head ke neckline. Pada gambar di atas, direpresentasikan dengan panah merah.
Pullback juga sering (ingat: tidak selalu) terjadi kembali ke area neckline sebelum harga kembali bergerak turun untuk mencapai target pergerakan harga. Pola ini dikatakan fail jika pullback terjadi hingga tembus ke atas neckline.
Kebalikan dari pola head and shoulders adalah pola inverse head and shoulders. Pola ini merupakan pola reversal bullish yang biasanya muncul di ujung sebuah downtrend. Konfirmasinya sama persis dengan head and shoulders. Jika pola ini sudah terkonfirmasi, maka harga cenderung akan bergerak naik sejauh jarak dari puncak head ke neckline.
Gambar di bawah ini akan membantu untuk menjelaskan pola inverse head and shoulders:
Inverse head and shoulders
Inverse head and shoulders
Continuation Pattern
a.      Triangles
Dari namanya, Anda mungkin sudah bisa mengira-ngira bentuk pola ini. Ya, pola ini memang memiliki bentuk yang mirip dengan segitiga. Pola ini terjadi karena pasar bergerak sideways dan pertarungan antara bull dan bear seimbang, sehingga akhirnya grafik pergerakan harga mengerucut dan membentuk mirip segitiga.
Ada tiga jenis triangle:
  • Symmetrical triangle
  • Ascending triangle
  • Descending triangle
Kita akan bahas satu per satu mulai dari symmetrical triangle.
Symmetrical triangle
Meskipun artinya adalah segitiga simetris, namun pada kenyataannya bentuknya tidaklah selalu simetris. Symmetrical triangle adalah pola triangle yang memiliki garis support (lower line) dan resistance (upper line) yang konvergen (kemiringannya berlawanan menuju satu titik). Agar lebih mudah dipahami, mari kita lihat gambar di bawah ini:
Symmetrical triangle
Dari gambar di atas Anda bisa melihat bahwa pola ini terbentuk ketika pasar sedang bergerak sideways setelah mengalami “rally” bullish. Istilahnya adalah “berkonsolidasi”.  Contoh di atas memperlihatkan sebuah symmetrical triangle yang terbentuk pada saat uptrend.
Sebuah symmetrical triangle paling tidak harus memiliki empat reversal point (titik pembalikan) yang terdiri dari dua titik puncak dan dua titik lembah. Gambar di atas memperlihatkan sebuah symmetrical triangle yang memiliki enam reversal point, yaitu titik 1, 2, 3, 4, 5 dan 6. Konfirmasi dari pola ini adalah tembusnya upper line (garis bagian atas). Ketika pola ini sudah terkonfirmasi maka pergerakan selanjutnya adalah naik. Cara memperkirakan targetnya adalah dengan berpatokan pada baseline dari symmetrical triangle tersebut, yaitu jarak dari A ke titik 1. Jadi, kalau misalnya baseline-nya sepanjang 100 pips, maka pergerakan selanjutnya pun diperkirakan akan sejauh 100 pips.
Cara lain yang bisa dipergunakan untuk memperkirakan target pergerakan adalah dengan menarik garis yang sejajar dengan lower line, di mana garis tersebut dimulai dari titik 1.
Sebagaimana pola yang lain, pullback kemungkinan bisa saja akan terjadi. Pada gambar di atas terlihat pullback terjadi dari titik 7 kembali ke titik 8 yang berada di area upper line.
Jika Anda perhatikan lagi, garis upper line dan lower line bertemu di satu titik. Titik tersebut kita sebut sebagai apex. Anda perlu memperhatikan apex tersebut karena tembusnya upper line yang merupakan konfirmasi dari pola symmetrical triangle tidak boleh terlalu dekat dengan apex.
Sebagai aturan umum, harga harus sudah menembus upper line pada jarak kira-kira 2/3 (dua-per-tiga) hingga ¾ (tiga-per-empat) dari panjang polanya. “Panjang pola” yang dimaksud adalah jarak dari baseline ke apex. Jadi, kalau penembusan terjadi kurang dari 2/3 atau lebih dari ¾ panjang pola, kemungkinan besar tidak valid.
Selain terjadi pada saat uptrend, symmetrical triangle juga bisa terjadi pada saat downtrend. Sebenarnya sama saja, hanya saja posisinya berada di bawah. Kalau pada contoh di atas Anda menantikan tembusnya upper line sebagai konfirmasi dan harga cenderung akan bergerak naik, maka jika polanya terjadi pada saat downtrend Anda akan menantikan tembusnya lower line dan harga cenderung akan bergerak turun. Hanya itu perbedaannya.
Symmetrical triangle
Ascending triangle
Pada dasarnya, ascending triangle tidak jauh berbeda dengan symmetrical triangle dari sisi menganalisanya. Perbedaan kedua pola tersebut hanya pada bentuknya.
Ascending triangle merupakan continuation pattern yang biasanya muncul pada saat uptrend. Kemunculan pola ini merupakan pertanda bahwa tekanan bullish semakin melebihi tekanan bearish secara bertahap.
Ascending triangle
Seperti halnya symmetrical triangle, pola ascending triangle juga minimal harus memiliki empat reversal point. Gambar di atas menunjukkan ascending triangle yang memiliki enam reversal point. Konfirmasi dari pola tersebut adalah tembusnya upper line yang kemudian berpotensi untuk diikuti oleh pergerakan bullish. Cara memperkirakan target pergerakan harga juga mirip dengan symmetrical triangle, hanya saja baseline-nya bukan berpatokan pada titik 1, melainkan berpatokan pada titik 2.
Meskipun pada dasarnya ascending triangle adalah continuation pattern, namun ia juga bisa menjadi reversal pattern jika terjadi pada saat downtrend. Pada keadaan seperti itu, tembusnya upper line merupakan konfirmasi bahwa ascending triangle merupakan pola reversal. Perhatikan gambar berikut untuk mempermudah pemahaman Anda:
ascending triangle reversal
ascending triangle reversal
Pola seperti ini populer dengan nama ascending triangle bottom.
Descending triangle
Kita sudah membicarakan symmetrical triangle dan ascending triangle. Sepertinya Anda sudah tidak akan kesulitan lagi untuk memahami jenis triangle yang ke-3, yaitu descending triangle.
Sederhana saja, descending triangle adalah kebalikan dari ascending triangle. Sederhana kan? Dengan demikian, kalau ascending triangle adalah pola bullish, maka descending triangle adalah pola bearish. Descending triangle merupakan continuation pattern yang muncul pada saat downtrend.
Descending triangle
Bagaimana, sederhana kan?
Descending triangle juga bisa berubah menjadi pola reversal jika muncul pada saat uptrend. Namanya mengalami modifikasi menjadidescending triangle top. Jadi ceritanya akan seperti pada gambar di bawah ini:
Descending triangle reversal
Descending triangle reversal
b.      Flag & pennant
Kita akan membicarakan flag terlebih dahulu. Flag sebenarnya adalah channel kecil yang muncul setelah rally. Arah channelnya berlawanan dengan arah rally-nya. Jadi, jika ada down channel kecil yang muncul setelah rally bullish, itu disebut sebagai bullish flag. Sebaliknya, up channel kecil yang muncul setelah rally bearish disebut denganbearish flag.
Mari kita perhatikan gambar berikut:
Bullish flag
Bearish flagYa, begitulah bentuk dasar flag. Sekarang Anda sudah tahu mengapa pola ini disebut sebagai flag: karena bentuknya mirip dengan bendera (flag) dan tiangnya (flagpole). Flag direpresentasikan oleh channel kecil sedangkan flagpole-nya adalah titik a ke b yang terlihat pada gambar di atas.
Pada bearish flag, tembusnya lower line dari up channel adalah konfirmasinya. Harga cenderung akan bergerak turun jika bearish flag sudah terkonfirmasi.
Sebaliknya, pada bullish flag, konfirmasinya adalah tembusnya upper line dari down channel. Proyeksi pergerakan harga selanjutnya adalah bullish jika bullish flag telah terkonfirmasi.
Cara menentukan target pergerakan harga juga sederhana. Anda cukup mengukur panjang flagpole-nya saja. Sepanjang flagpole itulah jarak yang termungkinkan untuk ditempuh oleh pergerakan harga. Misalnya, jika panjang flagpole-nya adalah 100 pips, maka harga cenderung akan bergerak sejauh 100 pips setelah pola flag-nya terkonfirmasi.
Tetapi pada prakteknya, kebanyakan trader berhenti (menutup posisinya) setelah harga bergerak “setengah jalan” sebelum mencapai target. Misalnya jika target adalah sejauh 100 pips, maka mereka cenderung untuk berhenti di 50 – 60 pips.
Syarat umum dari flag adalah sebagai berikut:
  1. Terjadi rally sebelum channel kecil terbentuk.
  2. Channel yang terjadi arahnya harus berlawanan dengan arah rally sebelumnya.
  3. Panjang channel (flag) paling tidak sepertiga panjang flagpole.
OK, kita akan membahas pennant sekarang. Pennant pada dasarnya adalah pengembangan dari pola symmetrical triangle. Hanya saja, pennant didahului oleh rally yang panjang dan cukup curam. Bisa dikatakan bahwa pennant merupakan hasil kawin silang antara symmetrical triangle dengan flag.
Oleh karena pennant mirip dengan symmetrical triangle dan flag, maka dengan sendirinya aturan-aturan yang berlaku pada symmetrical triangle dan flag juga berlaku pada pennant.
Di bawah ini adalah ilustrasi yang menggambarkan bentuk pennant.
Pennant
Pennant
c.       Wedge formation
Wedge hampir mirip dengan pennant. Hanya saja, kemiringan kedua garis segitiga-nya searah, dalam arti keduanya mengarah ke atas atau ke bawah. Derajat kemiringannya memang berbeda, namun searah. Gambar di bawah ini akan memperjelas definisi wedge.
Wedge
Kita bisa mengenali wedge dengan memeprhatikan kemiringannya yang mengarah ke atas atau ke bawah. Sebagai aturan umum; hampir mirip dengan flag; kemiringan wedge sebagai continuation pattern arahnya berlawanan dengan tren yang sedang berlangsung. Dengan demikian, falling wedge adalah pola bullish sedangkan rising wedgeadalah pola bearish.
Catatan:
Meskipun pada dasarnya wedge adalah pola continuation, namun wedge bisa juga berfungsi sebagai pola reversal, akan tetapi kejadian ini jarang terjadi. Falling wedge bisa menjadi pola reversal bullish jika terjadi di ujung sebuah dowtrend. Sebaliknya, jika rising wedge muncul pada saat uptrend, maka ia bisa jadi akan menjadi pola reversal bearish.
d.      Rectangle formation
Rectangle formation memiliki banyak nama, namun pola ini sangat mudah dikenali. Pola ini merepresentasikan jeda yang terjadi di mana harga bergerak sideways di antara dua garis horizontal yang sejajar.
Rectangles
Rectangles
Rectangle terkadang disebut sebagai trading range atau area kongesti. Apa pun namanya, pola ini merepresentasikan periode konsolidasi pada sebuah tren, dan biasanya dilanjutkan dengan pergerakan yang searag dengan tren sebelumnya.
Sebuah rectangle minimal harus memiliki empat reversal point. Pada contoh gambar di atas, Anda bisa melihat contoh rectangle yang memiliki enam reversal point. Konfirmasi bullish rectangle adalah pecahnya garis resistance atau upper line,  sedangkah konfirmasi bearish rectangle adalah tembusnya garis support atau lower line.
e.       Continuation head and shoulders pattern
Sebelumnya, kita telah membahas mengenai pola head and shoulders sebagai pola reversal. Pada pola continuation head and shoulders, pola yang terbentuk benar-benar sama persis dengan pola head and shoulders. Yang membedakan adalah poin-poin berikut ini:
  1. Pola head and shoulders muncul pada saat downtrend. Tembusnya neckline merupakan konfirmasi pola continuation head and shoulders.
  2. Pola inverse head and shoulders muncul pada saat uptrend. Tembusnya neckline merupakan konfirmasi pola continuation inverse head and shoulders.
Continuation head and shoulders
Continuation head and shoulders
Jadi tidak perlu bingung. Yang perlu Anda ingat hanyalah bahwa pola inverse head and shoulders memiliki implikasi bullish, sedangkanpola head and shoulders memiliki implikasi bearish, terlepas dari pada saat tren apa pola tersebut muncul.

sumbe